Penggunaan stabilizer adalah untuk mengurangi
kerusakan peralatan elektronik dari tidak stabilnya arus listrik yang masuk.
Keluhan stabilizer yang rusak sering didengar bahkan setiap peralatan
elektronik misalkan saja dalam rumah terdapat dua unit komputer, masing-masing
komputer memiliki stabilisator sendiri, tetapi kenapa masih mudah rusak. Apakah
karena sumber listrik sangat tidak stabil sehingga kinerjanya terlalu berat dan
akhirnya membuatnya cepat rusak, atau yang yang kurang baik mutunya. Meski
harga jual stabilizer cukup mahal, tetap saja alat ini banyak dicari orang.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu apakah
stabilizer sudah dipilih sesuai kebutuhan kapasitas dari alat elektronik yang akan
distabilkan. Masih ingat dengan power maksimum stabilizer yang kita asumsikan
sendiri, 50%, 60% atau 80% tergantung
merk dan harga stabilizer, atau kita bisa bertanya pada penjual apakah sesuai
dengan power yang kita inginkan. Nah, jika ingin menghitung kapasitas
stabilizer listrik, perhatikan contoh berikut:
Sebelum
membeli stabilizer di toko jual stabilizer, Anda ingin menghitung dayanya. Sebuah
stabilizer memiliki power maksimum sebesar 60% dan daya dari alat elektronik 10
A. Voltase dalam rumah di Indonesia sebesar 220V, 20% faktor keamanan atau
mungkin bisa dikatakan kita asumsikan 20% untuk kebutuhan listrik stabilizer
itu sendiri. Maka perhitungannya adalah ((10x220):0,6) + 20% = 4400 VA jadi
stabilizer yang dicari mimimal adalah 4000 VA atau 4 kV tetapi sebaiknya
memilih yang lebih besar yaitu digenapkan keatas.
Teori lain adalah dengan
menghitung satu kapasitas listrik dalam rumah. Kapasitas dalam rumah tentunya
jauh lebih besar daripada satu alat elektronik. Hal ini dimaksudkan agar ketika
terjadi lonjakan listrik atau konsleting, stabilizer masih dapat menampung
seluruh kapasitas listrik yang masuk dan mampu menstabilkan tegangan yang
masuk.
Jika Anda menghidupkan
peralatan selama 24 jam sebaiknya stabilizer juga dihidupkan selama 24 jam. Hal
ini akan bermanfaat ketika ada lonjakan listrik, yang terkena imbasnya adalah
stabilizer, bukan alat elektronik Anda.
Itulah cara menghitung daya
stabilizer listrik. Jika ingin membeli stabilizer, jangan lupa untuk melakukan
survey harga di beberapa toko terlebih dahulu agar berhasil mendapatkan harga jual stabilizer terbaik. Semoga bermanfaat!




0 komentar:
Posting Komentar